Buntut Pesta Kolam..!! GM Hairos Water Park Jadi Tersangka..!!

Mencerdaskan & Memuliakan - Oktober 2, 2020
Buntut Pesta Kolam..!! GM Hairos Water Park Jadi Tersangka..!!
 - (Mencerdaskan & Memuliakan)
Editor

Medan, Bersama News Tv

Polrestabes Medan, Sumatera Utara, menetapkan General Manager (GM) Hairos Indah atau yang dikenal dengan Hairos Water Park berinisial ES sebagai tersangka.

ES menjadi tersangka dalam kasus pesta kolam yang digelar tanpa mematuhi protokol kesehatan.

Video mengenai pesta kolam tersebut sampai viral di media sosial.

Wakil Kepala Polrestabes Medan AKBP Irsan Sinuhaji menyampaikan penetapan tersangka pada saat konferensi pers di Mapolrestabes Medan, seperti dilansir dari lamab kompas.com, Jumat (02/10/2020).

Menurut Irsan, polisi melakukan penyelidikan ketika mendapat informasi mengenai pesta kolam yang viral di media sosial.

Lokasi dalam video tersebut kemudian dipastikan berada di kolam renang Hairos di Jalan Jamin Ginting, Desa Namu Bintang, Kecamatan Pancur Batu, Deli Serdang.

“Setelah turun ke lapangan, tim berusaha menjumpai pihak manajemen dan bertemu dengan general manager dan pihak-pihak lain yang patut dikonfirmasi terkait berita tersebut,” kata Irsan.

Dari pemeriksaan diketahui bahwa pesta di kolam renang tersebut tanpa izin dari Gugus Tugas Covid-19.

“Adanya kelompok atau sekumpulan orang-orang yang berenang di satu kolam renang, itu tidak mematuhi protokol kesehatan. Di situ juga ada diselenggarakan live DJ (disc jockey),” kata dia.

Pihak manajemen kolam renang menawarkan potongan harga tiket masuk sebesar 50 persen dan membuat iklan di media sosial.

“Kenapa melakukan itu, karena selama pandemi omzet turun. Setelah didalami, ini inisiatif dari mana, dari manajemen,” kata Irsan.

Irsan menambahkan, dari pemeriksaan diketahui bahwa tidak ada pembatasan pengunjung di kolam renang.

Banyak orang berkumpul di satu tempat yang memiliki kolam ombak.

“Lebih kurang 2.800 pengunjung. Pada lokasi tersebut tak dilakukan penyemprotan disinfektan secata rutin yang seharusnya dilakukan 3 kali sehari. Itu tidak dilakukan,” kata Irsan.

Baca Juga  Horee..!! UMKM Medan Dapat Bantuan Rp 11 Miliar dari Pemko..!!

Adapun ES disangka melanggar Pasal 93 jo Pasal 9 ayat 1 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan jo Peraturan Menteri Kesehatan tentang protokol kesehatan bagi masyarakat dan fasilitas umum dalam rangka pencegahan dan pengendalian Covid-19.

ES terancam hukuman pidana penjara selama 1 tahun dan atau denda Rp 100 juta. Meski sudah ditetapkan tersangka, ES tidak ditahan.

Irsan menambahkan, pihaknya juga melakukan langkah-langkah penyelidikan secara internal.

Divisi Profesi dan Pengamanan Polrestabes Medan saat ini sedang memeriksa keterlibatan anggota Polsek setempat dalam kegiatan tersebut.

“Apakah ada keterlibatan Polsek setempat di dalam kegiatan tersebut. Jadi semua dari Kapolsek termasuk anggota ini sedang diambil keterangan oleh Propam Polrestabes,” kata Irsan. (*)

Tinggalkan Komentar

close
Banner iklan disini