Kasus Lahan di Puncak 2000 Siosar..!! Warga Desa Sukamaju “Dihantui” Ketakutan..!! Minta Perlindungan ke Ketua DPRDSU..!!

Mencerdaskan & Memuliakan - Mei 5, 2021
Kasus Lahan di Puncak 2000 Siosar..!! Warga Desa Sukamaju “Dihantui” Ketakutan..!! Minta Perlindungan ke Ketua DPRDSU..!!
 - (Mencerdaskan & Memuliakan)
Editor

Medan, Bersamanewstv

Dua orang masyarakat Desa Sukamaju, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, “dihantui” ketakutan pascaditetapkan sebagai tersangka perusakan tanaman oleh Polres Karo. Ini buntut kasus lahan di Puncak 2000, Siosar, antara masyarakat dengan PT Bibit Unggul Karobiotek (BUK) yang dikabarkan milik pengusaha kaya di Medan, Mujianto. Konflik ini diibaratkan sebagai semut melawan gajah.

Pun begitu, bukan berarti masyarakat menyerah begitu saja. Didampingi Ketua Projo Karo, Lloyd Reynold Ginting Munthe, SP, masyarakat Desa Sukamaju meminta perlindungan hukum kepada Ketua DPRD Sumut, Drs Baskami Ginting, Rabu (5/5).

“Kami datang untuk meminta perlindungan hukum dan keadilan kepada lembaga legislatif atas ditetapkannya tersangka dua orang masyarakat pemilik lahan di Puncak 2000 Siosar oleh Polres Karo, dengan tuduhan perusakan tanaman milik PT BUK,” ujar Lloyd Reynold Ginting didampingi warga Desa Sukamaju, Simon Ginting, Elisabeth Melinda dan lainnya di hadapan Baskami Ginting.

Menurut Lloyd, masyarakat pemilik lahan di Puncak 2000 Siosar, merasa heran atas penetapan dua warga Elisabeth Melinda dan Dahlia Beru Munthe jadi tersangka oleh Polres Karo. Sebab, mereka mengusahai lahan sendiri yang dibeli sejak tahun 1980.

Menurut Elisabeth Melinda, awal kejadian ini saat pihaknya sedang membersihkan lahannya seluas 5 hektar menggunakan traktor. Namun, PT BUK membuat laporan ke Polres Karo dengan tuduhan melakukan perusakan tanaman kopi dan sere di lahan HGU-nya.

Padahal, menurut Elisabeth Melinda, pihaknya tidak ada merusak tanaman kopi dan sere seperti dituduhkan PT BUK. Sebab, lahan yang ditraktor merupakan lahan kosong yang disewa dari ibunya (Dahlia Munthe) yang diberi kuasa Ratna Beru Munthe untuk dikelola seluas 5 hektar.

“Lahan yang Elisabeth Melinda kelola memiliki alas hak sesuai Akta Jual Beli (AJB) No76/1980 yang dikeluarkan Camat Tiga Panah, Liwan Tarigan, selaku Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) atas nama Ratna Beru Munthe. Sementara PT BUK yang mengaku memiliki sertifikat Hak Guna Usaha (HGU) Pertanian No1/1997 atas nama pengusaha Mujianto,” beber Lloyd Ginting.

Baca Juga  Enaknya Jadi Pejabat di Deli Serdang..!! Kerumunan di Medan Dikasuskan, di Deli Serdang "Dibiarkan"..!!

Lloyd dan masyarakat Desa Sukamaju berharap kepada Baskami Ginting untuk menyelesaikan konflik tersebut, dengan mengundang pihak-pihak yang terkait guna menghindari konflik berkepanjangan di Puncak 2000 Siosar.

Menyikapi hal itu, Baskami berjanji segera merekomendasikan kasus ini ke Komisi A DPRD Sumut untuk menjadwalkan rapat dengar pendapat dengan memanggil pimpinan PT BUK, bupati Karo, Polres Karo, BPN Sumut dan Karo, camat Tiga Panah, Kades Kacinambun dan Kades Sukamaju.

“Selain itu, kita juga berharap Polres Karo menunda sementara pemeriksaan terhadap masyarakat yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, demi menjaga situasi kondusif di Puncak 2000 Siosar yang saat ini saling berseteru antara PT BUK dengan masyarakat sebagai pemilik tanah yang sah,” imbuh Baskami.

Informasi lain diperoleh, Mujianto dikabarkan juga pernah berkonflik dengan mantan anggota DPRD Sumut, Marlon Purba. Kasusnya sempat ditangani Polda Sumut. (ALS)

 

 

IMBAUAN REDAKSI: Ayoo…Kita lawan virus Corona (Covid-19)..!! Patuhi protokol kesehatan (Prokes)..!! Jaga jarak dua meter, pakai masker, hindari kerumunan dan rajin cuci tangan pakai sabun di air mengalir. Bukan hebat kali Corona itu kalau kita bersatu..!! 💪💪👍👍🙏🙏

Tinggalkan Komentar

close
Banner iklan disini