Kasus Lahan di Puncak 2000 Siosar..!! Kompolnas Tanggapi Pengaduan DPC Projo Karo..!!

Mencerdaskan & Memuliakan - Juli 20, 2021
Kasus Lahan di Puncak 2000 Siosar..!! Kompolnas Tanggapi Pengaduan DPC Projo Karo..!!
 - (Mencerdaskan & Memuliakan)
Editor

Medan, Bersamanewstv

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) RI menanggapi pengaduan Ketua DPC Pro Jokowi (Projo) Karo, Lloyd Reynold Ginting Munthe, SP, terkait kasus kriminalisasi petani dan dugaan penyerobotan lahan hutan milik negara di Puncak 2000 Siosar, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Surat Kompolnas bernomor B-9999B/Kompolnas/2021 yang ditandatangani Sekretaris Kompolnas Dr Benny Jozua Mamoto, SH, MSi, juga ditembuskan kepada Menkopolhukam selaku Ketua Kompolnas dan ditujukan kepada Ketua DPC Projo Karo Lloyd Reynold Ginting Munthe SP selaku pengadu.

“Surat Kompolnas ini diharapkan menjadi petunjuk bagi masyarakat petani yang mengusahai areal perladangannya di Puncak 2000 Siosar yang selama ini merasa ketakutan, akibat dikriminalisasi,” ujar Lloyd Reynold Ginting Munthe kepada wartawan, Selasa (20/07/2021) di Medan seusai menerima surat Kompolnas RI dari Jakarta.

Seperti diketahui, ujar Lloyd, DPC Projo Karo melalui suratnya bernomor : 13/V/PRO/A-2021 pada 18 Mei 2021 telah menyurati Kompolnas, terkait permohonan pengawalan kasus pengaduan dugaan adanya mafia tanah yang menindas/kriminalisasi petani serta kasus dugaan penyerobotan hutan milik negara di Puncak 2000 Siosar.

“Surat pengaduan DPC Projo Karo yang diterima Kompolnas RI per tanggal 3 Juni 2021 lalu, akhirnya mendapat jawaban dan Kompolnas juga telah menyampaikan surat permohonan klarifikasi kepada Kapolda Sumut sesuai surat Ketua Kompolnas Nomor : B-999A/Kompolnas/6/2021 tanggal 28 Juni 2021 untuk ditindaklanjuti dalam waktu yang tidak terlalu lama,” tandas Lloyd.

Ditambahkan Lloyd, adapun tujuan DPC Projo Karo melayangkan surat pengaduan ini ke Kompolnas, karena sampai hari ini, ada dua orang petani yang dijadikan tersangka oleh Polres Karo dengan tuduhan merusak tanaman kopi dan serai milik PT BUK di Puncak 2000 Siosar. Padahal kedua petani ini hanya mengolah lahan yang disewanya kepada pemilik tanah atas nama Ratna Beru Munthe.

Baca Juga  Jangan Sepele Klen Yaa..!! Awass..!! Virus Corona India, Inggris dan Afrika Mulai Menyebar di Indonesia..!!

Tapi lahan petani ini diklaim PT BUK masuk dalam HGU-nya, ujar Lloyd, sehingga dua petani, masing-masing Elisabeth Melinda (49) dan ibunya Dahlia Beru Munthe (68) dijadikan Polres Karo tersangka dan sampai saat ini masih menunggu kepastian hukum terkait pasal yang disangkakan yaitu Pasal 406 Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1e KUH Pidana melakukan pengrusakan tanaman kopi dan serai.

Perlu diketahui, tandas Lloyd, terkait masalah kepemilikan lahan antara masyarakat dan PT BUK saat ini sedang dalam proses gugatan di PTUN Medan dan sudah digelar sidang lapangan untuk pencocokan peta dari BPN Karo, sehingga besar harapan masyarakat kepada hakim PTUN Medan memutus perkara dengan seadil-adilnya.

DPC Projo Karo juga sangat berharap, dengan adanya tanggapan dari Kompolnas ini penanganan perkara yang menimpa dua orang petani, yakni Elisabet Melinda dan ibunya Dahlia Beru Munthe bisa segera menemui titik terang. (ALS)

 

 

IMBAUAN REDAKSI: Ayoo…Kita lawan virus Corona (Covid-19)..!! Patuhi protokol kesehatan (Prokes)..!! Jaga jarak dua meter, pakai masker, hindari kerumunan dan rajin cuci tangan pakai sabun di air mengalir. Bukan hebat kali Corona itu kalau kita bersatu..!! πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ‘πŸ‘πŸ™πŸ™

Tinggalkan Komentar

close
Banner iklan disini